Teknik Komputer & berbagai pekerjaan
SMK Tirta Walatra, Cianjur. Setelah lulus saya menjalani beberapa pekerjaan dan merantau, sambil terus mencari jalur yang paling sesuai dengan kemampuan dan rasa ingin tahu saya.
Saya Dede Ihza Mahendra — desainer digital asal Indonesia dengan pengalaman lintas desain grafis, social media, digital marketing, branding, landing page, dan creative operations.
Sebelum punya kesempatan serius di dunia desain, saya menjalani banyak pekerjaan dan merantau. Dari sana saya belajar satu hal: kemampuan bisa dibangun kalau rasa ingin tahu tidak pernah berhenti.
Saya lahir di Sukabumi, Jawa Barat, pada 25 April 2000. Saya lulus dari SMK Tirta Walatra, Cianjur, jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Sejak sekolah saya sangat tertarik pada estetika, visualisasi, teknologi, dan bagaimana sebuah visual dapat membuat orang berhenti, melihat, lalu bereaksi.
Kondisi ekonomi membuat mimpi menjadi desainer grafis sempat terkubur karena saya tidak memiliki komputer. Saya kemudian mencoba berbagai pekerjaan: cleaning service, teknisi lampu, penjaga toko, teknisi elektronik, pekerja rumah makan, freelance terapi, hingga ojek online.
Kesempatan berikutnya datang dari komunitas online. Dari pekerjaan mengelola komunitas dan membuat materi visual, saya masuk ke dunia digital marketing. Perjalanan itu akhirnya membawa saya bekerja di Kamboja selama hampir tiga setengah tahun sebagai digital marketing dan creative lead.
Bukan perjalanan yang dimulai dari fasilitas lengkap. Justru pengalaman di banyak bidang membuat saya terbiasa belajar cepat, mengulik sistem, dan mencari cara agar sebuah ide bisa benar-benar bekerja.
SMK Tirta Walatra, Cianjur. Setelah lulus saya menjalani beberapa pekerjaan dan merantau, sambil terus mencari jalur yang paling sesuai dengan kemampuan dan rasa ingin tahu saya.
Mulai aktif mengelola komunitas online, membuat event, materi promosi, visual untuk grup, dan membangun aktivitas komunitas agar tetap ramai dan menarik.
Mengelola social media official, membuat desain, logo, landing page, menguji produk digital, serta membangun workflow kreatif dari kondisi awal yang hampir tanpa tim digital marketing.
Dalam perjalanan tersebut saya membangun tim hingga 9 anggota + 1 rekan, menangani hingga 8 situs, dan meningkatkan performa akuisisi dari sekitar 3–4 ribu member per hari menjadi sekitar 13 ribu pada puncaknya.
Setelah hampir tiga setengah tahun di Kamboja, kondisi operasional kantor berubah akibat konflik kawasan. Saya kembali ke Indonesia dan membawa pengalaman tersebut ke babak karier berikutnya.
Kumpulan visual yang memperlihatkan range saya: campaign, consumer brand, website, data visualization, dan digital creative.






























































Eksplorasi logo dan visual identity. Bagian ini dipisahkan dari campaign agar recruiter atau calon client bisa melihat kemampuan branding secara lebih cepat.





























Dalam pekerjaan digital, saya terbiasa menggabungkan visual dengan tujuan bisnis: bagaimana sebuah post menarik perhatian, bagaimana landing page mengarahkan pengguna, dan bagaimana sistem kreatif dapat dikerjakan berulang oleh sebuah tim.
Salah satu bagian pekerjaan saya adalah membuat visual yang membantu menyajikan data digital dengan cepat dan mudah dipahami. Di portfolio publik, bagian ini sebaiknya ditampilkan sebagai studi visualisasi/data, bukan sebagai ajakan bermain.




Terbuka untuk freelance, full-time, collaboration, branding, social media creative, landing page, dan digital design projects.